Teknik Produksi Animasi 2D

Animasi secara sederhana di artikan dengan menggerakan suatu benda mati  secara berurutan (sequence) seolah-olah menjadi hidup. Dari pengertian yang sederhana inilah akan muncul karya yang luar biasa bila di gabungkan dengan Skill Video Editing, Skill menggambar animasi dan imajinasi sebagai pengembang daya ciptanya.

Karena ada berbagai macam cara dalam memproduksi animasi 2D, maka sudah selayaknya di bandingkan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahannya. Berikut ini adalah rincian macam-macam teknik produksi film animasi.

 

  • Stop Motion Animation.

Membuat animasi dengan cara shoot, satu demi satu gambar dengan menggunakan video atau movie camera. Media gambar animasi bisa terbuat dari mika yang di gambar (celluloid) memakai cat poster waterproof/ acrylic untuk warnanya ataupun dengan memakai color clay lilin plastisin/ tanah liat yang berwarna. Cara ini di sebut juga cara  tradisional karena film kartun klasik pada awalnya dip roses dengan cara ini.

Peralatan yang di gunakan dalam Stop motion Animation:

–          Hanging atau Standing (memakai tripod) analog video/movie camera untuk shoot gambar animasi, harganya sangat mahal.

–          Spray Air Compressor, untuk membersihkan mika Celluloid yang akan di shoot oleh Camera agar gambar bersih dari debu.

–          Light Tracing Table, untuk menggambar gerak animasi di sertai dengan kaitan kertas/ pegs dan bias di putar, agar saat menggambar Si Animator bisa bergerak leluasa memutar-mutar objek gambar.

–          Kertas mika tipis (Celluloid), untuk mentransfer gerak gambar  dari gambar kertas yang telah di gambar animator. Bisa di jiplak dengan memakai kuas dan tinta tahan air warna hitam. Bisa memakai cat poster waterproof/ acrylic.

–          Cat Poster/ acrylic yang waterproof, berguna untuk mewarnai gambar di mika, dengan cara pewarnaan secara terbalik. Gambar yang asli (autline) ada di depan mika lalu di baliknya tidak ada. Gambar di warnai dari warna yang paling tua dan di akhiri dengan warna yang paling muda. Pengindekan warna sangat penting sekali. Memerlukan persediaan banyak warna.

–          Celluloid Film Rool untuk shoot dan sebagai isi dari move/video camera. Atau saat ini bisa memakai video kamera digital yang mahal dengan memory stick sebagai media penyimpanan.

–          Recording studio, di perlukan untuk merekam suara yang di perlukan. Alat-alat untuk sound model analog sangat mahal sekali.

–          Analog Editing movie/ Video branded System, seperti Avid System dan matrox System.

–          Analog Movie Converter untuk di jadikan master dalam format VHS.

–          Video Home System salah satu merk yang terkenal adalah Betamax, atau dalam format VTR/ Video Tape Recorder untuk Broadcast.

Identifikasi kelebihan dan kelemahannya :

–          Memerlukan biaya tinggi untuk investasi awal, seperti Movie/ Video Camera Analog atau Digital.

–          Memerlukan Analog Movie/ Video Editing System yang serba branded (merek terkenal dan mahal).

–          Pembuatan gambar secara manual dan secara tim, memerlukan banyak animator. Dapat menghindarkan diri dari kejenuhan dan kesendirian.

–          Pewarnaan gambar secara manual dan sangt lambat proses pengerjaannya. Memerlukan warna bergalon-galon.

–          Memerlukan Mika (Celluloid), Cat poster, dan Rool Film Celluloid untuk proses produksi (kecuali bila memakai video camera digital).

–          Membuang (menyimpan sebagai referensi) rool film celluloid awal untuk mengedit hasil shooting gerak awal dalam format B/W (hitam putih).

–          Memerlukan Analog Sound Recording Studo yang serba canggih dan mahal. Alat yang serba Analog identik dengan harga ratusan juta rupiah.

–          Mampu menghasilkan film Animasi dengan durasi panjang untuk layar lebar.

 

  •  2D HYBRID ANIMATION

Membuat animasi dengan cara menggambar manual di kertas, di scan dan di transfer ke komputer untuk dapat merubahnya menjadi image digital. Di sebut ’hybrid’, karena menggabungkan kemampuan gambar manual di kertas dengan penggunaan aplikasi terkomputerisasi.

Peralatan yang di gunakan dalam 2D hybrid animation adalah :

–          komputer sebagai tempat proses pewarnaan yang tak pernah habis dan mudah dalam mengindeks warna. Sebagai tempat proses menggerakkan gambar animasi, proses editing, pengisian suara dan lain sebagainya.

–          2D Scanner sebagai pengganti video/ movie camera.

–          Light Tracing Table, meja beralas kaca tembus pandang, terdapat lampu di bawahnya guna melihat gambar yang telah di buat sebelumnya.

–          Kertas biasa seukuran area Scan, dengan perbandingan 4 dan tinggi 3 biasanya di sebut dengan nama Ratio 4:3, ukuran pastinya dapat di sesuaikan selama masih muat di area scaner.

–          Video Capture card, bila ingin menggabungkan/ Compositing Video hasil shooting dengan animasi.

–          Sound Card, guna merekam suara.

–          CD RW atau DVD RW untuk mentransfer ke dalam format VCD atau DVD.

 

Identifikasi kelebihan dan kelemahan :

–          Biaya Investasi yang murah, peralatan serba digital dengan persaingan harga yang ketat.

–          Memakai komputer dalam pengeditan. Sebagai tempat pewarnaan digital tanpa media cat yang bisa habis. Editing gerak dalam format B/W maupun berwarna (RGB/CMYK).

–          Menggambar gerak animasi secara manual di kertas dapat di lakukan sendiri maupun bersama tim sehingga dapat mengusir perasaan boring and lonely.

–          Mampu menghasilkan animasi berdurasi panjang, misalnya durasi 24 menit per animasi TV seri untuk belasan episode, atau untuk film layar lebar dengan durasi 1,5 jam.

 

  •    Digital Animasi

Membuat animasi dengan cara menggambar langsung di komputer menggunakan pen dan tablet elektronik, bisa juga memakai mouse dengan teknik vektor kurva dan di animasikan juga di komputer.

Peralatan yang di gunakan dalam 2D Digital Animation:

–          Pen dan Tablet Elektronik sebagai alat 2D digitiser untuk menggambar langsung di monitor komputer sebagai ganti penggunaan kertas. Bisa juga memakai mouse untuk menggambar dengan teknik vektor dan kurva.

–          Komputersebagai tempat menggambar, mewarnai dan menggerakkan gambar animasi.

–          Video Capture Card bila ingin menggabungkan dengan hasil video Shooting melalui camera movie/ digital dan sound card.

–          CD RW atau DVD RW untuk mentransfer ke dalam format VCD atau DVD.

 

Identifikasi kelebihan dan kelemahannya :

–          Biaya investasi yang murah, sebab peralatan yang ada sudah serba digital. Mudah di dapat dengan harga yang bervariasi.

–          Menggambar animasi secara digital, langsung di layar komputer tanpa media kertas dan scanner. Dengan cara ini, benar-benar dapat memangkas biaya pengadaan light table tracing dan pembelian kertas yang biasanya dapat mencapai puluhan rim.

–          Bekerja secara Individu sehingga kemungkinan besar dapat menyebabkan kebosanan dan kesendirian.

–          Menghasilkan animasi dengan durasi sangat pendek, biasanya sekitar ­_+   5 menit. Segmentasi umum biasanya banyak pada bisnis periklanan, video clip, dan animasi-animasi pendek lainnya.

Dari semua itu, penulis memilih teknik produksi 2D Hybrid Animation di karenakan peralatan yang cukup menunjang untuk berproduksi, penguasaan materi, dan ketertarikan pada penggabungan antara manual skill dengan digital skill. Serta perkembangan 2D Hybrid Animation itu sendiri yang saat ini banyak di gunakan studio animasi dan rumah produksi di seluruh Dunia.

 

2 Responses to Teknik Produksi Animasi 2D

  1. C In says:

    kalo boleh tau referensi untuk teknik 2d hybridnya dari buku apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s